Kabupaten Lamongan Jawa Timur, di kenal sebagai salah satu sentra penghasil buah siwalan. Bahkan, buah siwalan juga di olah menjadi bahan utama minuman es dawet yang kemudian di kenal dengan nama, es dawet siwalan. Selain murah, bahan bakunya yang alami, nyaman di konsumsi siapa saja, termasuk oleh penderita diabetes sekalipun.
Kecamatan Paciran yang terletak di pantai utara kabupaten Lamongan Jawa Timur, di kenal sebagai sentra penghasil buah siwalan. Salah satu desa yang banyak di tumbuhi pohon siwalan, adalah desa delegan yang sebagian besar warganya, banyak menggantungkan hidup dari penjualan minuman legen serta buah siwalan.
Karena letaknya di bibir pantai, buah siwalan desa ini terkenal dengan rasa khasnya yang manis hingga banyak menghiasi pasar-pasar tradisional di Lamongan dan di luar kota Lamongan. Tak hanya itu, buah siwalan juga di yakini mampu mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit maag.
Untuk menjaga kesegarannya, buah siwalan biasanya langsung di kupas di bawah pohonnya. Harga perbungkus isi sepuluh buah, biasanya di jual seharga 3000 rupiah.
Jika anda sedang rekreasi ke (WBL) Wisata Bahari Lamongan di sekelilingnya pun banyak yang berjualan dawet siwalan.....pengen nyoba datang aja ke Lamongan.
Di samping di pasarkan secara langsung, buah siwalan juga di olah sebagai bahan utama minuman dawet yang di kenal dengan nama “Es Dawet Siwalan”.
Salah satu penjual dawet siwalan, adalah mawar yang membuka warung di kawasan wisata pantai pasir putih desa delegan. Dalam sehari, ida mampu menghabiskan 70 hingga 100 buah siwalan.
Membuat dawet siwalan tidaklah sulit. Biasanya, buah siwalan di potong kecil kemudian di campur es batu, gula aren, legen dan santen kelapa. Gula aren terbuat dari air pohon siwalan atau legen yang di panaskan hingga kental. Hasilnya, sajian es dawet siwalan, siap menyegarkan kembali tenggorokan pelangggannya.
“Gula aren di buat dari air legen di masak hingga mendidih dan akhirnya berubah jadi kenal dengan rasa manis”, ujar mawar.
Yang khas dari dawet siwalan Lamongan ini adalah campurannya berupa gula aren yang kesemuanya merupakan bagian dari pohon siwalan, sehingga, lebih alami.
Karena bahan dasarnya yang alami itulah, anda yang menderita penyakit diabet tak perlu khawatir, gula darah akan naik. Apalagi harganya sangat murah, cuma empat ribu rupiah untuk satu gelasnya. “Penderita diabetes tak perlu khawatir gula darahnya akan naik”, kata bpk.Ta'in, salah seorang penikmat dawet siwalan.
Kini, buah siwalan beserta dawetnya, telah menjadi ikon utama desa ini. Bagi anda yang kebetulan melintas di jalur pantura Lamongan, tak ada salahnya merasakan nikmatnya citra rasa dawet siwalan khas kecamatan Lamongan.

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete